Inovasi Pemanfaatan Limbah Industri Tempe menjadi Pupuk Organik Cair Alternatif Pemecahan Permasalahan Lingkungan di Masyarakat

https://doi.org/10.37295/jpdw.v6i2.611

Authors

  • Mario Sandro Universitas Muhammadiyah Pringsewu
  • Arfan Sahroni Universitas Muhammadiyah Pringsewu
  • Lienda Wati Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Keywords

pemanfaatan limbah POC

Abstract

Limbah merupakan permasalahan yang kerap terjadi pada suatu wilayah atau tempat seperti di kota maupun perdesaan hal ini dapat menimbulkan suatu masalah yang cukup serius pada dampak lingkungan sekitar. Dikarenakan limbah dapat memicu terjadinya bencana alam seperti banjir dan dapat menimbulkan masalah kesehatan terutama kesehatan lingkungan. Oleh karena itu perlu adanya pengawasan terhadap limbah tersebut serta perlu adanya pengolahan serta pemanfaatan yang dapat mengolah dan mendaur ulang limbah tersebut menjadi suatu yang lebih bermanfaat dan berguna bagi masyarakat setempat hal ini diharapkan agar masyarakat merasakan manfaat yang baik dalam bidang kesejahteraan, lingkungan, kesehatan, serta psikososial yang diharapkan nanti masyarakat merasakan dampak atau manfaat dari suatu olahan atau pemanfaatan limbah tersebut. Lingkungan lokasi penelitian merupakan tempat perkampungan masyarakat serta banyak sebagian dari masyarakat tersebut merupakan petani dan banyak lahan perkebunan sayur mayur serta sawah. Maka peneliti pun tertarik untuk meneliti limbah tersebut untuk menjadi Pupuk Organik Cair (POC) yang diharapkan menjadi solusi tepat pada permasalahan limbah tersebut yang berguna bagi perkembangan pertanian masyarakat tersebut.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Darmasetiawan, M. (2004). Sampah dan Sistem Pengolahannya. Jakarta: Ekamitra Engineering.

Djuarnani, N., Kristian, B.S, & Setiawan. (2005). Cara Tepat Membuat Kompos. , Jakarta: Agromedia Pustaka.

Hadisuwito, S. (2007). Membuat Pupuk Kompos Cair. Jakarta: PT. Agromedia Pustaka.

Indriani, Y. H. (2004). Membuat Kompos Secara Kilat. Jakarta: Penebar Swadaya.

Kloepper, J.W. (1993). Plant growth promoting rhizobacteria as biological control agents. p. 255-274 dalam F.B. Meeting, Jr. (Ed.). Soil MicrobialEcology, Applications in Agricultural and Environmental Management. New York: Marcel Dekker, Inc.

Komarayati, S., Mustaghfirin dan K. Sofyan. (2007). Kualitas Arang Kompos Limbah Industri Kertas dengan Variasi Penambahan Arang Serbuk Gergaji. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis, 5(2): 78-84.

Lingga, P. (2003). Petunjuk Penggunaan Pupuk. Jakarta: Penebar Swadaya.

Marsono & Paulus. (2001). Pupuk Akar Jenis dan Aplikasi. Jakarta: Penebar Swadaya,

Murbandono, L.H.S. (2000). Membuat Kompos. Jakarta: Penebar Swadaya.

Nurhidayat. (2007). Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun. Jakarta: Penebar Swadaya.

Purwendro, S. & Nurhidayat. (2006). Mengolah Sampah untuk Pupuk dan Pestisida Organik, Seri Agritekno. Jakarta: Penebar Swadaya.

Ramadhani, D. (2010). Pengaruh Pemberian Bakteri Asam Laktat, Bakteri Fotosintetin Anoksigenik dan Bakteri Pelarut Fosfat terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi (Brassica chinesis L. var. Tosakan). Medan: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara.

Sutanto. (2002). Penerapan Pertanian Organik. Yogyakarta: Kanisius.

Yuwono, D. (2006). Kompos dengan Cara Aerob maupun Anaerob untuk Menghasilkan Kompos yang Berkualitas. Jakarta: Penebar Swadaya.

Downloads

Published

2025-09-30

How to Cite

Sandro, M., Sahroni, A., & Wati, L. (2025). Inovasi Pemanfaatan Limbah Industri Tempe menjadi Pupuk Organik Cair Alternatif Pemecahan Permasalahan Lingkungan di Masyarakat. Jurnal Pengabdian Dharma Wacana, 6(2), 276–284. https://doi.org/10.37295/jpdw.v6i2.611