Influencer Sekolah Positif: Membangun Karakter Lewat Media Sosial

https://doi.org/10.37295/jpdw.v7i1.670

Authors

  • Hani Damayanti Aprilia Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis, Universitas Lampung
  • Jeni Wulandari Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis, Universitas Lampung
  • Lilih Muflihah Program Studi Ilmu Pemerintahan, Universitas Lampung
  • Aldho Cerlie Chindo Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis, Universitas Lampung
  • Napsiah Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis, Universitas Lampung

Keywords

media sosial integritas karakter positif literasi digital influencer sekolah

Abstract

Perkembangan media sosial yang pesat di kalangan remaja memberikan peluang sekaligus tantangan dalam pembentukan karakter generasi muda. Media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai media penyebaran nilai-nilai positif, termasuk integritas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengarahkan potensi penggunaan media sosial siswa agar mampu menyebarkan pesan-pesan integritas dan menjadi agen perubahan positif di lingkungan sekolah. Sasaran kegiatan adalah siswa-siswi SMKN 4 Bandar Lampung yang dilaksanakan pada bulan Mei 2025. Metode yang digunakan meliputi ceramah dan Focus Group Discussion (FGD) yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai literasi digital, etika bermedia sosial, serta strategi penyebaran konten positif. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pengukuran hasil pre-test dan post-test, observasi partisipasi peserta, penilaian kemampuan praktik, serta evaluasi terhadap penyampaian materi oleh narasumber. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada pemahaman peserta, ditunjukkan oleh kenaikan nilai rata-rata dari 40 pada pre-test menjadi 88 pada post-test. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan dan mampu mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh dalam bentuk perencanaan konten media sosial yang mendukung pembentukan karakter positif. Kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan pemanfaatan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab dapat meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya integritas serta mendorong mereka menjadi influencer sekolah yang menyebarkan nilai-nilai positif di lingkungan digital.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bandura, A. (1977). Social Learning Theory. Englewood Cliffs, NJ: Prentice Hall.

Gilster, P. (1997). Digital Literacy. New York, NY: Wiley.

Lickona, T. (1991). Educating for Character: How Our Schools Can Teach Respect and Responsibility. New York: Bantam Books.

Livingstone, S., & Helsper, E. J. (2007). Gradations in digital inclusion: Children, young people and the digital divide. New Media & Society, 9(4), 671–696. https://doi.org/10.1177/1461444807080335

Manovich, L. (2001). The Language of New Media. Cambridge, MA: The MIT Press.

UNESCO. (2011). Media and Information Literacy Curriculum for Teachers. Paris: UNESCO.

We Are Social & Meltwater. (2025). Digital 2025: Indonesia. Retrieved from https://datareportal.com/reports/digital-2025-indonesia

Downloads

Published

2026-06-26

How to Cite

Aprilia, H. D., Wulandari, J., Muflihah, L., Chindo, A. C., & Napsiah. (2026). Influencer Sekolah Positif: Membangun Karakter Lewat Media Sosial . Jurnal Pengabdian Dharma Wacana, 7(1), 112–122. https://doi.org/10.37295/jpdw.v7i1.670