Komunikasi Perubahan Perilaku Melalui Edukasi Blue Economy untuk Meningkatkan Literasi Lingkungan

https://doi.org/10.37295/jpdw.v7i1.677

Authors

  • Shofura Nur Adilah Universitas Lampung
  • Hestin Oktiani Universitas Lampung
  • Dhanik Sulistyarini Universitas Lampung
  • Feri Ferdaus Universitas Lampung

Keywords

perubahan perilaku blue economy environmental literacy komunikasi lingkungan pembangunan berkelanjutan

Abstract

Implementasi pembangunan berkelanjutan memerlukan strategi komunikasi yang mampu membangun pengetahuan, kesadaran, dan perilaku masyarakat terhadap isu lingkungan. Salah satu pendekatan yang mendukung upaya tersebut adalah blue economy yang menekankan pemanfaatan sumber daya secara efisien dan berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menganalisis efektivitas edukasi blue economy berbasis komunikasi perubahan perilaku dalam meningkatkan literasi lingkungan peserta didik. Kegiatan dilaksanakan di SMP Negeri Satu Atap 1 Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, dengan melibatkan 34 siswa. Metode yang digunakan berupa pendekatan edukatif-partisipatif melalui tahapan pre-test, penyampaian materi secara interaktif, diskusi partisipatif, tanya jawab, dan post-test. Efektivitas kegiatan dievaluasi menggunakan desain one-group pre-test–post-test dengan analisis deskriptif terhadap perubahan hasil belajar peserta. Hasil menunjukkan bahwa nilai rata-rata peserta meningkat dari 8,26 menjadi 8,71 atau mengalami peningkatan sebesar 5,34%. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan komunikasi yang partisipatif dan kontekstual efektif dalam memperkuat pemahaman peserta mengenai blue economy serta meningkatkan literasi lingkungan sebagai fondasi awal pembentukan kesadaran ekologis. Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa komunikasi perubahan perilaku berperan sebagai mekanisme yang menjembatani konsep blue economy dengan pembentukan literasi lingkungan melalui proses pembelajaran yang partisipatif. Model edukasi ini berpotensi direplikasi pada berbagai program pendidikan dan pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari implementasi pembangunan berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ardoin, N. M., Bowers, A. W., & Gaillard, E. (2020). Environmental education outcomes for conservation: A systematic review. Biological Conservation, 241, 108224. https://doi.org/10.1016/j.biocon.2019.108224

Ariyatun, A., Sudarmin, S., Wardani, S., Saptono, S., & Winarto, W. (2024). Bibliometric analysis of environmental literacy in sustainable development: A comprehensive review based on Scopus data from 2013 to 2023. International Journal of Educational Methodology, 10(1), 179–195. https://doi.org/10.12973/ijem.10.1.979

Briandana, R., & Saleh, A. (2022). Implementing environmental communication strategy towards climate change through social media in Indonesia. Online Journal of Communication and Media Technologies, 12(4), e202230. https://doi.org/10.30935/ojcmt/12467

Cox, R. (2013). Environmental communication and the public sphere (3rd ed.). Thousand Oaks, California: SAGE Publications.

Fajeriadi, H., Fahmi, F., & Arisandi, R. (2024). How does students' environmental literacy support the Sustainable Development Goals? A literature review. Indonesian Journal of Science Education and Applied Science, 4(2). https://doi.org/10.20527/i.v4i2.13443

Freire, P. (1970). Pedagogy of the Oppressed. Universitas Texas: Herder and Herder.

Harludi, V., & Yilancik, E. (2025). Communicating plastics in developing economies: A comparative study of Indonesia and Türkiye. Scriptura, 15(2). https://doi.org/10.9744/scriptura.15.2

Hollweg, K. S., Taylor, J. R., Bybee, R. W., Marcinkowski, T. J., McBeth, W. C., & Zoido, P. (2011). Developing a framework for assessing environmental literacy. Washington, DC: North American Association for Environmental Education.

Mefalopulos, P. (2008). Development communication sourcebook: Broadening the boundaries of communication. Washington, DC: World Bank.

McBride, B. B., Brewer, C. A., Berkowitz, A. R., & Borrie, W. T. (2013). Environmental literacy, ecological literacy, ecoliteracy: What do we mean and how did we get here?. Ecosphere, 4(5), 1–20. https://doi.org/10.1890/ES13-00075.1

Pauli, G. (2010). The blue economy: 10 years, 100 innovations, 100 million jobs. Taos, NM: Paradigm Publications.

Rasyid, S. B. A., Misran, M., & Saputra, H. A. (2025). Public environmental literacy through blue economy discourse: A media analysis in North Maluku (2020–2021). Journal of Environment and Sustainability Education, 3(2), 236–249. https://doi.org/10.62672/joease.v3i2.79

Rochyadi-Reetz, M., & Wolling, J. (2023). Environmental communication publications in Indonesia's leading communication journals: A systematic review. Jurnal ASPIKOM, 8(1), 15–28. https://doi.org/10.24329/aspikom.v8i1.1210

United Nations Environment Programme. (2021). From pollution to solution: A global assessment of marine litter and plastic pollution. Nairobi, Kenya: United Nations Environment Programme.

United Nations Environment Programme. (2025). Global Waste Management Outlook 2025. Nairobi, Kenya: United Nations Environment Programme.

United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization. (2017). Education for Sustainable Development Goals: Learning objectives. Paris, France: UNESCO.

United Nations. (2015). Transforming our world: The 2030 Agenda for Sustainable Development. New York, NY: United Nations.

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Adilah, S. N., Oktiani, H., Sulistyarini, D., & Ferdaus, F. (2026). Komunikasi Perubahan Perilaku Melalui Edukasi Blue Economy untuk Meningkatkan Literasi Lingkungan. Jurnal Pengabdian Dharma Wacana, 7(1), 133–148. https://doi.org/10.37295/jpdw.v7i1.677