Strategi Penguatan Kesehatan Mental dan Psikososial Pasca-Banjir Aceh Tamiang 2025

https://doi.org/10.37295/jpdw.v6i3.654

Authors

  • Rasmi Zakiah Oktarlina Program Studi Farmasi, Universitas of Lampung
  • Evi Kurniawaty Program Studi Pendidikan Dokter, Universitas of Lampung
  • Syazili Mustofa Program Studi Pendidikan Dokter, Universitas of Lampung
  • Terza Aflika Happy Program Studi Pendidikan Dokter, Universitas Lampung
  • Rika Pratiwi Klinik Universitas Lampung
  • Delta Farid Pradata Klinik Universitas Lampung
  • Andriansyah Program Studi Pendidikan Dokter, Universitas Lampung
  • Nixon Steven Pendidikan Profesi Dokter, Universitas Lampung
  • Faridi Pani Pendidikan Profesi Dokter, Universitas Lampung
  • Desvira Ayu Putrianta Program Studi Pendidikan Dokter, Universitas Lampung
  • Aina Wijdan Chairunisa Program Studi Pendidikan Dokter, Universitas Lampung
  • Bilal Achmad Program Studi Pendidikan Dokter, Universitas Lampung
  • Christoforus Prabowo Program Studi Pendidikan Dokter, Universitas Lampung

Keywords

banjir psikososial pendampingan Psychological First Aid pemulihan mental

Abstract

Kabupaten Aceh Tamiang merupakan wilayah dengan tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana hidrometeorologi, khususnya banjir dan longsor. Peristiwa banjir bandang pada November–Desember 2025 tidak hanya menimbulkan kerugian fisik dan ekonomi, tetapi juga berdampak serius terhadap kondisi psikologis masyarakat terdampak. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini berfokus pada pendekatan psikologis melalui pendampingan berbasis komunitas dengan prinsip Psychological First Aid (PFA). Kegiatan dilakukan melalui observasi lapangan, komunikasi empatik, konseling kelompok, psikoedukasi, serta aktivitas bermain terapeutik bagi anak-anak. Jumlah peserta yang terlibat sebanyak 28 orang, terdiri dari anak-anak usia prasekolah dan sekolah dasar serta orang dewasa yang mengalami stres, kecemasan, dan tekanan emosional akibat bencana. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perbaikan kondisi psikologis, ditandai dengan berkurangnya rasa takut pada anak-anak, meningkatnya interaksi sosial, serta kembalinya keceriaan dalam bermain. Pada orang dewasa terlihat penurunan tingkat kecemasan dan stres, meningkatnya kemampuan mengelola emosi, serta tumbuhnya sikap optimis dan adaptif. Selain itu, interaksi sosial antarwarga dan peran keluarga semakin diperkuat sebagai sumber dukungan psikologis berkelanjutan. Kesimpulannya, pendekatan psikologis ini efektif membantu pemulihan mental masyarakat terdampak banjir sekaligus memperkuat ketahanan sosial komunitas dalam menghadapi bencana di masa depan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Antara News. (2025). Over 817,000 remain displaced in Aceh after devastating floods: BNPB. Antara News.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Aceh Tamiang. (2025). Kabupaten Aceh Tamiang Dalam Angka 2025. Karang Baru: BPS.

Badan Pusat Statistik Kecamatan Bendahara. (2025). Kecamatan Bendahara Dalam Angka 2025. Karang Baru: BPS.

Badan Pusat Statistik Kecamatan Sekerak. (2025). Kecamatan Sekerak Dalam Angka 2025. Karang Baru: BPS.

Elfira, S. F., Mustikasari, M., & Roswendi, A. S. (2025). The relationship between psychological impact, resilience, and social support in school-age children after the flood in Taman Kintamani-Bekasi. Jurnal Ners, 9(4), 233–241.

Inter-Agency Standing Committee (IASC). (2020). Guidelines on mental health and psychosocial support in emergency settings. United Nations.

Reuters. (2025). Everything destroyed: Indonesia's Aceh grapples with disease after floods.

Sari, D. P., dkk. (2023). Analisis Risiko Penyakit Berbasis Lingkungan Pasca Bencana Banjir. Jurnal Kesehatan Tambusai.

The Jakarta Post. (2025). Residents climb over logs in walk to aid centre as flood deaths rise over 900. The Jakarta Post.

World Health Organization. (2021). Psychological first aid: Guide for field workers. WHO.

Downloads

Published

2025-12-31

How to Cite

Oktarlina, R. Z., Kurniawaty, E., Mustofa, S., Happy, T. A., Pratiwi, R., Pradata, D. F., … Prabowo, C. (2025). Strategi Penguatan Kesehatan Mental dan Psikososial Pasca-Banjir Aceh Tamiang 2025. Jurnal Pengabdian Dharma Wacana, 6(3), 458–464. https://doi.org/10.37295/jpdw.v6i3.654